Alex Zulkarnain NoerDars: Dik tri sebagai orang atheis bagaimana anda memposisikan diri anda dengan Pancasila khususnya sila pertama ?
Wong Bebas Merdeka :di hapuskan…
Alex Zulkarnain NoerDars: Apanya di hapuskan ?
Wong Bebas Merdeka: sila pertama…
Alex Zulkarnain NoerDars: Dengan menghapus sila pertama itu artinya dik tri telah menempatkan orang-orang atheis sama dengan orang islam radikal yang ingin mengganti dasar negara kita Pancasila dan dengan begitu orang bisa mensamakan orang atheis dengan PKI ! .
Wong Bebas Merdeka: pak alex sama juga dengan islam yang mempakemkan al quran… ideologi bangsa dan dasar negara tidak harus pakem pak…
Alex Zulkarnain NoerDars: Dik tri kita tidak perlu merubah pancasila atau pun menghapus sila pertama karena orang atheis tidak bermasalah dengan sila tersebut bunyinya khan ketuhanan yang maha esa dan bukan percaya kepada tuhan yang menciptakan bumi seisinya atau peSelama penafsiran ketuhanan luas dan itu bisa berarti apa saja , kecuali kalau makna ketuhanan yang maha esa di tafsirkan secara sempit oleh kelompok islam radikal bahwa hanya mereka lah yang menyembah tuhan yang maha esa karena umat lain menyembah trinitas , tritunggal , banyak tuhan ataupun tidak ada tuhan sama sekali , makanya umat islam mati-matian menggolkan piagam djakarta agar tuhan yang ada dalam pancasila menjadi tuhannya umat islam / allah swt.
Jadi sila pertama sudah mewakili semua golongan termasuk orang atheis , bukankah kita orang atheis mempunyai tuhan dalam artian psikologis.
Wong Bebas Merdeka: tuhan memang bisa diartikan dalam berbagai perspektif pak… tapi akan jadi maslah jika masuk dalah UU dan dasar negara yang menjadi otoritas dari pemerintah… di atur oleh pemerintah… sudah jelas agama dan tuhan adalah pilihan dan urusan pribadi… tidak ada urusannya dengan UU dan pemerintah…
Hariyono Rek: sudah salah dari awalnya. Mustafa Kemal, Gandhi,Azad, Nehru Thomas Jefferson dah berani jadi sekuler
Wong Bebas Merdeka: ini bukan masalah anti agama atau phobia pak… ini berkenaan dengan penyelesaian segala sesuatu pada manusia dengan hukum tanpa berlandaskan irrasionalitas dan prasangka…
Hariyono Rek: Wong Bebas Merdeka, coba Cek trio Azad, Nehru, Gandhi adalah orang yg deket dengan agama. Azad seorang ulama, Gandhi seorang Hindu saleh, dan Nehru seorang sarjana sanskrit. Tp di saat bernegara mereka berani bersikap sekuler sbg blue print India modern
Joko Sukisno: dalam bernegara orang harus bisa memainkan music/ orkestra/ gamelan…dimulai dari komando dirigen/ ketukan nada kentongan dalam ketoprak/ nada gedog dalam wayang..lalu nanda nada ringan..baru penutupnya gong. geerrrr…atau drumm…jreenng…itulah pancasila seharusnya dimulai dari sila kedua..humanisme..baru sela terakhir..ketuhanan yang maha esa…jangan gongnya didepan..geger terus..salah kaparah setiap pembukaan sesuatu dimulai dari gong..itu penutupan kalau mau tau filsafat gong…inilah salah kaprahnya Pak harto dulu..bikin gedung DPR saja bina GRAHA…graha artinya serakah..harusnya huruf kawi `GRHA Artinya gedung…
Wong Bebas Merdeka : Joko Sukisno yeah… setuju pak… jadi segala tindak kekerasan di kaji dulu secara kemanusiaan dan keadilan baru dalam perspektif agama… tidak akan terjadi yang mayoritas agama menuduh zionis dan kafir kaum minoritas agama dan kaum minoritas agama tidak asal menuduh bigot kaum mayoritas agama… Hariyono Rek thanks informasinya pak… saya baca-baca dulu baru komentar…
Alex Zulkarnain NoerDars: Dik tri , justru kalau menurut saya dasar sebuah negara harus pakem dan tidak bisa di rubah karena itu fondasinya sebuah negara , kalau ada yang bisa di rubah / diamandemen yaitu Undang-undang karena akan sangat berbahaya kalau dasar sebuah..Pancasila sudah cukup lumayan bisa memayungi kita semua selama pengertian dan penafsirannya tidak dipersempit oleh kaum radikal..
Hariyono Rek : Alex Zulkarnain NoerDars. Ya udah , sila Ketuhanan yg Maha Esa kan sebuah kecelakaan sejarah. Saya juga g paham knapa Sukarno g sekeras Azad, Nehru atau Gandhi. La apa kita kira Gandhi takut kelompok HIndu sableng Shiv Shena, kan ga? Kedua, apakah Sukarno cs lebih alim drpada Gandhi jadi pake Tuhan segala dlm sistem kenegaraan? La trus orang Jain yg ateis apa Budha yg agnostik dikemanain? Pas aq ke bali kemaren, anak2 Hindu juga mengklaim ketuhanan yg maha esa koq. Ngaco juga kalo radikal islam memonopoli sila ketuhanan tg Maha esa. yg dibaca sebagai Tawhid. Tawhid yg mana? Sesuai dgn model Wahabi yg kaku, apa yg model saya (NU) atau Syiah yg bertawasul. Jadi di antara muslim sendiri saling klaim.saya juga tanya ngapain aja para pendiri bangsa kita yg sekuler, Yamin, Rajiman, Syahrir dll? Koq bengong aja?
Alex Zulkarnain Noerdars: Benar , saudara Hariyono , tp setidak tidaknya , mereka sudah mencegah Indoensia dr sebuah ide untuk menjadikan kita sebgai negara agama. Kita tidak bisa memungkiri, Indonesia dikelilingi nilai2 spiritualitas, yg itu tdk berarti agama Islam, Kristen, HIndu dan Budha , tp kita juga punya Kejawen (seperti teman kita Kusuma Wijaya dan nilai2 spitualitas yg laen. Dan sebenarnya seperti saudara Hariyono bilang semua harus diakomodasi. Kita menerima Pancasila (sila pertama) dgn pengetian yg luas, yaitu spiritualitas.
Aku mati hari ini …